Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (6)




propolis propolis

Agaricteen

Posts tagged: fungsi kelenjar pituitari

Kelenjar Pituitary

Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak pada lekukan tulang di dasar otak (sela tursika) di bawah diencephalon. Suatu tangkai yang menghubungkan antara kelenjar ini dengan diencephalon disebut Infundibulum. Kelenjar ini walaupun kecil, fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit, terdiri dari dua bagian utama, yaitu adenophipofisa dan neurohipofisa.

Pada stadia embrionik, kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung rathke) yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. Pertumbuhan dari hypophysa, berasal dari dua macam organ, yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas diencephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse, terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum), disebut kantong hypophyse atau kantung rathke. Hubungannya dengan rongga mulut akan hilang setelah pertumbuhan selesai.

Adenohipofisa terdiri atas pars distalis dan pars intermedia, sedangkan neurohipofisa hanya terdiri atas pars nervosa yang berfungsi mensekresi ocytoxin, arginin vasoticin dan isotocin. Pars distalis merupakan bagian utama adenohipofisa yang mengandung sel-sel pesekresi hormon prolaktin, hormon adrenocorticotropic (ACTH), hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating Hormone), hormon pertumbuhan (STH-Somatropin), dan gonadotropin serta pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone), yang mana, pelepasan hormonnya diatur oleh faktor-faktor yang berasal dari hipotalamus.

Hormon prolaktin. Pada teleostei, aksi-aksi prolaktin sehubungan dengan reproduksi dan perawatan anak serta osmoregulasi. Tingkah laku reproduksi yang dipengaruhinya adalah pembuatan sarang, persiapan migrasi prapemijahan, sekresi vesikula seminalis, dan lain-lain. Sedangkan, yang berhubungan dengan osmoregulasi adalah ekskresi ginjal, sekresi mucus kulit.

Somatotropin (STH). Somatotropin atau disebut juga hormon pertumbuhan, adalah hormon polipeptida yang dilepaskan dari adenohipofisa untuk menstimulasi hati agar mensintesis somatomedin yang bertugas secara langsung dalam pertumbuhan, baik pertumbuhan tulang, otot, maupun sel-sel yang lain. Hormon ini menunda katabolisme asam-asam amino dan memacu inkorporasinya ke dalam protein-protein tubuh. Sebagai hormon pertumbuhan, kerja soatotropin dipermudah oleh hormon pancreas, korteks adrenal, dan tiroid yang bekerja bersama-sama di dalam memacu metabolisme lemak dan karbohidrat.

 

Kortikotrofin (ACTH) dan Melanocyte Stimulating Hormone (MSH). ACTH menggiatkan output steroid korteks adrenal, juga merangsang sintesis melanin. Hormon ini ternyata serupa dengan MSH. ACTH merupakan polipeptid rantai lurus yang terdiri atas 39 residu asam amino dengan serin di ujung-N dan fenilalanin pada asam amino di ujung-N ACTH. Dengan demikian ACTH dan MSH keduanya mempengaruhi melanofor, namun MSH merupakan hormon utama yang digunakan di dalam adaptasi warna pada vertebrata, sedangkan ACTH, sasaran utamanya adalah korteks adrenal.

Hormon Gonadotropin adalah hormone pituitary yang berperan dalam produksi telur dan sperma. Menurut Matty (1985), gonadotropin pada hipofisa ikan adalah FSH (Follikel Stimulating Hormone) dan semacam LH (Luteinizing Hormone) pada mamalia. FSH dan LH bekerja sama untuk menstimulasi pematangan folikel dan pelepasan estrogen pada individu betina, serta menstimulasi pematangan folikel dan pelepasan estrogen pada individu betina, serta menstimulasi pelepasan androgen oleh sel-sel interstitial pada individu jantan untuk mematangkan sperma.

Tirotrofin (TSH). Aksi utam TSH adalah merangsang kelenjar tiroid untuk membentuk dan melepaskan hormon-hormon tiroid.

Neurohypophyse memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar, berasal dari hypothalamus di dalam otak. Fungsi dari bagian hypophysa ini mengeluarkan hormon ke dalam hypothalamus dan diteruskan ke neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran darah.

Neurosekresi dan hypothalamus (oxyytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan oleh neurohypofise. Sekresi ini berperan dalam osmoregulasi. Arginin vasotocin menyebabkan peningkatan produksi urine pada ikan air tawar, sedangkan oxytocin berperan dalam produksi vasoconstriction pada pembuluh darah insang. Di dalam darah, AVT berpengaruh terhadap kontraksi otot polos dinding pembuluh darah, juga berperan dalam kontraksi otot polos ovarian dan oviduct. Kelenjar pituitary sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak mempengaruhi kegiatan kelenjar lainnya.

Sumber :

Burhanuddin, A. Iqbal. 2008. Ikhtiologi ”Ikan dan Aspek Kehidupannya”. Yayasan Citra Emulsi: Makassar.

Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknik Perikanan. Rineka Cipta. Jakata.

http://puguh90.blogspot.com/2009/04/kelenjar-hipofisa.html.