propolis propolis

Agaricteen

Posts tagged: kelenjar Pituitary

Apa itu pituitary?

Apa itu pituitary?
kelenjar endokrin yang kira-kira sebesar kacang yang terletak di dasar tulang tengkorak dan di bawah otak. Kelenjar hipofisis mengeluarkan bermacam-macam hormon, termasuk hormon yang mempengaruhi kelenjar lainnya, sehingga disebut kelenjar kepala bagi kelenjar endokrin lainnya. Hipofisis terdiri dari tiga bagian, yaitu lobus anterior, lobus anterior, lobus intermedia dan lobus posterior.

Apakah “Master Gland” terhubung ke Otak?
Pituitary menggantung dari yang disebut “Hypothalamus” yang merupakan bagian dari otak yang dekat diatasnya.; diaerah sekitarnya banyak terdapat pembuluh darah dan syaraf-syaraf. Hormone yang diproduksi oleh Hypothalamus membwa sinyal atau pesan kepada kelenjar pituitary / hipofisis. Hypothalamus seperti lberfungsi sebagai “switching’ atau pengatur terhadap sinyal yang berasal dari otak ke kelenjar hipofisis; yang mana akan menyalurkan sinyal atau pesan ke organ tubuh.
Pituitary terdiri dari anterior besar (adenohypophysis) dan posterior kecil (neurohyphysis). Terletak di kantung kecil dari tulang dasar otak yang disebut sella turcica yang berbentuk seperti sadel pada tulang sphenoid.
Sella Turcica terletak didalam tengkorak didasar otak.

Mengapa kelainan pituitary sangat sulit dideteksi?
Kelainan pituitary dapat menyebabkan beberapa gejala; bailk itu gangguna hormonal atau ganguan syaraf olehkarena letaknya dekat dengan otak, yang merupakan jalur dari syaraf dan pembuluh darah dan juga merupakan pengontrol dari hormone tubuh. Namun diagnosis dari kelainan pituitary seringkali sulit dilakukan dan lama untuk langsung diketahui karena seringkali gejalanya berkaitan dengan gejala – gejala dengan penyakit lain; sehingga sangat tergantung terhadap gejala yang timbul; atau tanda tanda lainya, atau tindakan CT Scan / MRI terhadap posisi pituitary sangat diperlukan.

Hormones apa saja yang dihasilkan oleh pituitary?
· Thyroid Stimulating Hormone (TSH) TSH berperan dalam pengaturan kecepatan metabolik melalui hormon tiroid,sedang LH dan FSH berperan dalam pematangan sexual dan fungsi reproduksi. Insidensi tumor ini sangat jarang sekitar 1% dari seluruh tumor hipofisis.
· Growth Hormone (GH) Kelebihan hormon ini pada orang dewasa menyebabkan acromegaly sedang pada anak yang epiphysealnya belum menutup akan menyebabkan gigantisme
· Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) Definisi: Cushing disease adalah suatu keadan hypercortisolemi yang disebabkan karena produksi ACTH yang berlebihan dari adenoma hipofisis. Sedang yang dimaksud Cushing’s syndroma adalah kondisi hypercortisolemia yang disebabkan dari berbagai sumber selain hipofisis.Hal lain yang timbul oleh karena kelebihan ACTH yaitu Nelson’s syndrome berpigmentasi oleh karena adanya stimulasi melanin stimulating hormon yang bereaksi silang dengan ACTH, terjadi pada 10-20% pasien yang menjalani operasi adrenalectomy sebagai terapi dari cushing’s syndromanya.
· Melanocyte-Stimulating Hormone (MSH)
· Prolactin (PRL)

Hormone yang dihasilkan atau dikontrol oleh Hypothalamus?
· Oxytocin akan merangsang kandungan dan mengeluarkan susu selama proses menyusui.
· Antidiuretic Hormone (ADH) penyerapan kembali dari air ke dalam darah oleh ginjal dan oleh karena itu ber/kurang produksi air seni. Juga dikenal sebagai Vasopressin.

Apa yang terjadi jika Pituitary memproduksi terlalu banyak atau sedikit?
Suatu ketidak seimbangan terjadi, mendorong ke arah lebih dari selusin kelainan dari sistem endocrine itu. Kekurangan dari hormon gondok, hormon tentang ginjal berkenaan dengan selaput ( cortisol) atau hormon yang antidiuretic ( vasopressin) adalah yang segera memerlukan perawatan . Pasien dengan kelainan dari hormon yang lain, masih dapat dikompromikan.

Apa yang menyebabkan Pituitary mengalami gangguan.
Tumor (umunya jinak), radang infeksi/peradangan dan kecelakaan menyebabkan kelenjar mengalami gangguan, seperti halnya metastasis atau penyebaran dari tumor lain pada pituitary ( jarang terjadi). Pengobatan radiasi [bagi/kepada] otak dapat juga menyebabkan gangguan sel pituitary normal

Apa itu Pituiatary Tumor
Suatu tumor pituitary adalah suatu pertumbuhan yang abnormal tentang sel pituitary. Pituitary tumor dapat nonfunctional ( tidak mengeluarkan hormon) atau menghasilkan hormon yang spesifik, seperti prolactin ( menyebabkan ketidaksuburan/kemandulan, libido yang dikurangi, dan osteoporosis), hormon pertumbuhan ( menyebabkan acromegaly), ACTH ( menyebabkan Cushing’s), TSH ( menyebabkan hypothyroidism),
Tumor ini bertindak menurut sel dari asal mereka dan dinamai untuk jenis sel yang spesifik di/terpengaruh, sebagai contoh, jika suatu tumor akibat suatu prolactin yang memproduksi sel, pasien dengan suatu prolactinoma-a prolactin mengeluarkan pituitary tumor yang adalah umum dan dapat diberi perawatan. Prolactin tinggi akan menekan produksi dari hormon pituitary dan merangsang produksi dari estrogen atau testosterone. Orang dengan tumor ini dapat kehilangan kemamampuan Sexnya dan tingkatan testosterone rendah dapat menyebabkan kemandulan. Untuk wanita dapat menyebakan gangguan haid. Adalah penting ingat bahwa kebanyakan tumor pituitary adalah Jinak

Apakah tumor tersebut mematikan ?
Jika dapat didiagnosa dini, dapat di sembuhkan engan sempurna jika tidak Tumor dapat menjadi Macroadenoma yang dapat menekan syaraf mata (menyebakan penglihatan menjadi kabur; melihat ganda) dan otak dan gangguan Pituitary ( membatasi atau tidak dapat memperoduksi hormon produksi). Tumor yang besar dapat juga menyebar ke sinus yang penuh dengan cekungan, yang merpakan tempat nadi/jalan utama carotid, pembuluh darah untuk mengalirkan mata, dan mempengaruhi pergerakan mata. Tindakan di sekitar sinus yang penuh dengan cekungan adalah sulit dan harus dilakukan oleh suatu ahli bedah yang berpengalaman pituitari.
Tumor dapat juga mengeluarkan terlalu banyak dari suatu hormon, menyebabkan hipertensi, kencing manis, kelainan fungsi hati, kelainan fungsi tubuh seksual, ketidaksuburan/kemandulan, osteoporosis, radang sendi, kematian dan penyakit jantung yang dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana mendeteksi secara dini
Gejala yang timbul oleh pituitary tumor tidak mudah untuk cepat dikenali dan sukar untuk didiagnosa awal oleh dokter; bagi pasien yang mempunyai gejala baik dari yang kekurangan hormonal disebabkan oleh tekanan dari pituitary atau nya ” tangkai”) atau kelebihan hormon ( disebabkan oleh produksi hormon yang tak dapat dikontrol oleh tumor pituitary). Bahkan di abad 21 ini masih banyak terjadi keterlambatan deteksi dini Tumor ini hal ini disebabkan karena diagnosa pituitary memerlukan dokter ahli yang memang menanganinya dan banyak dokter yang tidak memaahami gejala – gejala dari tumor tersebut.

Bagaimana Lazimnya Tumor Pituitary?
Studi yang paling awal mengambil tempat di 1936, ketika Dr. R.T. Costello dari Mayo Foundation yang diselenggarakan suatu studi dan menemukan pituitary tumor di 22.4 % dari populasi ( Costello R.T. Subclinical adenoma dari kelenjar pituitari itu. Adalah. J. Pathol. 1936; 12:205-214).

Mengapa Tumor ini umum terjadi?
Belum diketahui secara pasti; oleh karena pendanaan dalam peneilitian Brain Tumor untuk pituitary tidak ada Namun dalam kongres bulan Oktober 2002 : Benign Cancer Registries Amendment Act” telah menginstruksikan kepada Rumah Sakit; Dokter dan Klinik untuk melaporkan kejadian Pituitary (United States)

Mengapa ini tidak umum diketahui?
Terdapa 4 (empat) alasan ?
1. Pituitary tumors menghasilkan suatu array yang luas tentang gejala, dan sering gejala yang timbul tidak diperlakukan sebagai penyakit. Sebagai hasilnya, pituitary pasien dapat bertahun tahun untuk didiagnosa bahwa terjadi tumor pada Pituitary. Orang – orang dengan tumor pituitary yang tanpa diketahui dapat mati disebabkan serangan jantung, hypothyroidism, gangguan ginjal, gangguan keseimbangan cairan tubuh.
Merupakan gangguan – gangguan yang dapat menyenmbunyikan penyebab yang utama: suatu tumor pituitary
2. Dana yang besar; menyebakan penelitian untuk Tumor Pituitary tidak dilakukan.
3. Tidak dilakukan penyebaran pengetahuan bagi masyarakat tentang tumour pituitary?
4. Industri yang tidak mengetahui efisiensi yang dapat dilakukan bila dapat mendiagnosa lebih dini.

Bagaimana Penanganan Pituitary Tumor?
Tergantung pada jenis tumor dan berapa banyak telah membesar ke dalam otak, dan juga tergantung umur dan kesehatan pasien. Tiga macam dari perawatan digunakan: Operasi; Radiasi dan obat untuk menyusutkan. Obat dapat juga menghalangi kelenjar pituitari membuat terlalu banyak hormon. Suatu operasi Transphenoidal dapat mengangkat tumor melalui suatu menerobos jalan lintasan nassal (secara Teknologi yang digunakan dapat dibedakan dengan metode Microscopic dan endoscopic), Kadang-Kadang dapat melalui goresan di bawah bibir atas. Cara Tradisional adalah suatu Craniotomy mencabut tumor melalui suatu menerobos medan dari tengkorak; ini adalah jarang dilaksanakan untuk tumor besar yang menyerbu.

Apakah Operasi berisiko?
Operasi adalah suatu perawatan yang dapat diambil dan itu adalah dapat dilakukan JIKA dilakukan oleh ahli bedah syaraf yang trampil dan khusus mengetahui pituitary tumor.. Semakin kecil tumor, tingkat keberhasilannya makin tinggi. Tumor yang besar yang tumbuh menaik mendesak otak atau tumbuh secara menyamping ( ke dalam sinus yang penuh dengan cekung yang berisi nadi/jalan utama yang utama, meningkat/kan resiko dari operasi. Diagnosa dini adalah kunci dari penanganan Pituitary Tumor.

Apakah semua Tumor Pituitary sama?
Tidak Ada lebih dari selusin kelainan yang sangat berbeda yang diakibatkan oleh pituitary dan tumor. Sebagai contoh, jika suatu tumor membentuk di suatu ACTH mengeluarkan sel pituitaryl, bisa mengakibatkan produksi berlebih dari cortisol ( Disease Cushing’s) atau kurang produksi dari cortisol ( kelainan t entang ginjal, sering dikenal sebagai Secondary Addison’s Disease). Cushing’s Adalah suatu kondisi yang ditandai oleh akumulasi berlebihan yang gemuk di bagian tengah dari badan ( kegendutan, termasuk wajah yang sangat bulan (moon face)), kencing manis, hipertensi, suatu kalium serum yang rendah, bruising dan pengenceran dari kulit, dan osteoporosis. Gejala dari kelainan tentang ginjal meliputi pengeringan, sodium dan tekanan darah yang rendah mengukur, dan berat/beban kerugian yang berlebihan. Addison’S Disease yang utama disebabkan ketika kelenjar yang tentang ginjal gagal, yaitu. gagal untuk bereaksi terhadap arah dari pituitary dan hypothalamus.
Jika tumor membentuk dalam suatu hormon pertumbuhan yang memproduksi sel, dapat berlebih memproduksi hormon pertumbuhan. Tumor yang membentuk dari hormon pertumbuhan yang memproduksi sel menyebabkan dua gambar-an berbeda klinis. Jika mereka terjadi di anak-anak plat pertumbuhan di merindukan tulang sudah tertutup, hormon pertumbuhan yang berlebihan akan menyebabkan gigantism. Jika kelebihan hormon pertumbuhan terjadi selama kedewasaan ada pelebaran yang berlebihan dari tangan, kaki, dan rahang, seperti halnya bengkak jaringan/tisu yang lembut dari banyak jaringan ( acromegaly). Acromegaly dihubungkan dengan suatu kemungkinan dari kencing manis mellitus, serangan jantung, hipertensi, dan tertentu jenis kanker yang berbahaya.

Sumber :  http://pituitaryjkt.wordpress.com/pituitary-info/

Kelenjar Pituitary

Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak pada lekukan tulang di dasar otak (sela tursika) di bawah diencephalon. Suatu tangkai yang menghubungkan antara kelenjar ini dengan diencephalon disebut Infundibulum. Kelenjar ini walaupun kecil, fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit, terdiri dari dua bagian utama, yaitu adenophipofisa dan neurohipofisa.

Pada stadia embrionik, kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung rathke) yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. Pertumbuhan dari hypophysa, berasal dari dua macam organ, yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas diencephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse, terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum), disebut kantong hypophyse atau kantung rathke. Hubungannya dengan rongga mulut akan hilang setelah pertumbuhan selesai.

Adenohipofisa terdiri atas pars distalis dan pars intermedia, sedangkan neurohipofisa hanya terdiri atas pars nervosa yang berfungsi mensekresi ocytoxin, arginin vasoticin dan isotocin. Pars distalis merupakan bagian utama adenohipofisa yang mengandung sel-sel pesekresi hormon prolaktin, hormon adrenocorticotropic (ACTH), hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating Hormone), hormon pertumbuhan (STH-Somatropin), dan gonadotropin serta pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone), yang mana, pelepasan hormonnya diatur oleh faktor-faktor yang berasal dari hipotalamus.

Hormon prolaktin. Pada teleostei, aksi-aksi prolaktin sehubungan dengan reproduksi dan perawatan anak serta osmoregulasi. Tingkah laku reproduksi yang dipengaruhinya adalah pembuatan sarang, persiapan migrasi prapemijahan, sekresi vesikula seminalis, dan lain-lain. Sedangkan, yang berhubungan dengan osmoregulasi adalah ekskresi ginjal, sekresi mucus kulit.

Somatotropin (STH). Somatotropin atau disebut juga hormon pertumbuhan, adalah hormon polipeptida yang dilepaskan dari adenohipofisa untuk menstimulasi hati agar mensintesis somatomedin yang bertugas secara langsung dalam pertumbuhan, baik pertumbuhan tulang, otot, maupun sel-sel yang lain. Hormon ini menunda katabolisme asam-asam amino dan memacu inkorporasinya ke dalam protein-protein tubuh. Sebagai hormon pertumbuhan, kerja soatotropin dipermudah oleh hormon pancreas, korteks adrenal, dan tiroid yang bekerja bersama-sama di dalam memacu metabolisme lemak dan karbohidrat.

 

Kortikotrofin (ACTH) dan Melanocyte Stimulating Hormone (MSH). ACTH menggiatkan output steroid korteks adrenal, juga merangsang sintesis melanin. Hormon ini ternyata serupa dengan MSH. ACTH merupakan polipeptid rantai lurus yang terdiri atas 39 residu asam amino dengan serin di ujung-N dan fenilalanin pada asam amino di ujung-N ACTH. Dengan demikian ACTH dan MSH keduanya mempengaruhi melanofor, namun MSH merupakan hormon utama yang digunakan di dalam adaptasi warna pada vertebrata, sedangkan ACTH, sasaran utamanya adalah korteks adrenal.

Hormon Gonadotropin adalah hormone pituitary yang berperan dalam produksi telur dan sperma. Menurut Matty (1985), gonadotropin pada hipofisa ikan adalah FSH (Follikel Stimulating Hormone) dan semacam LH (Luteinizing Hormone) pada mamalia. FSH dan LH bekerja sama untuk menstimulasi pematangan folikel dan pelepasan estrogen pada individu betina, serta menstimulasi pematangan folikel dan pelepasan estrogen pada individu betina, serta menstimulasi pelepasan androgen oleh sel-sel interstitial pada individu jantan untuk mematangkan sperma.

Tirotrofin (TSH). Aksi utam TSH adalah merangsang kelenjar tiroid untuk membentuk dan melepaskan hormon-hormon tiroid.

Neurohypophyse memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar, berasal dari hypothalamus di dalam otak. Fungsi dari bagian hypophysa ini mengeluarkan hormon ke dalam hypothalamus dan diteruskan ke neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran darah.

Neurosekresi dan hypothalamus (oxyytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan oleh neurohypofise. Sekresi ini berperan dalam osmoregulasi. Arginin vasotocin menyebabkan peningkatan produksi urine pada ikan air tawar, sedangkan oxytocin berperan dalam produksi vasoconstriction pada pembuluh darah insang. Di dalam darah, AVT berpengaruh terhadap kontraksi otot polos dinding pembuluh darah, juga berperan dalam kontraksi otot polos ovarian dan oviduct. Kelenjar pituitary sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak mempengaruhi kegiatan kelenjar lainnya.

Sumber :

Burhanuddin, A. Iqbal. 2008. Ikhtiologi ”Ikan dan Aspek Kehidupannya”. Yayasan Citra Emulsi: Makassar.

Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknik Perikanan. Rineka Cipta. Jakata.

http://puguh90.blogspot.com/2009/04/kelenjar-hipofisa.html.

Mengapa Gigi Tidak Teratur ?

Mengapa Gigi Tidak Teratur ?
ADA beberapa faktor membuat seseorang tampak indah dan menarik. Salah satunya senyum yang menawan dengan susunan gigi geligi rapih. Tetapi apakah setiap orang memiliki susunan gigi geligi yang baik dan teratur ? Jawabannya tentu tidak. Secara garis besar penyebab gigi tidak teratur adalah penyebab langsung dan tidak langsung.

A. Penyebab langsung.

1. Gigi susu yang tanggal sebelum waktunya (premature loss). Gigi susu akan goyang akibat tekanan dari gigi tetap dan lama-kelamaan akan tanggal sesuai dengan waktu pergantiannya. Proses ini berlangsung normal secara fisiologis. Tetapi ada gigi susu yang tanggal sebelum waktunya karena beberapa hal, misalnya karena karies gigi atau trauma (benturan/jatuh). Hal ini menyebabkan gigi tetapnya kehilangan arah/petunjuk untuk tubuh dan terjadi penyempitan ruangan. Akibatnya gigi tetap akan tumbuh diluar lengkung gigi.

2. Gigi yang tidak tumbuh/tidak ada (missing teeth). Karena berbagai faktor ternyata tidak semua orang memiliki jumlah gigi yang normal, adakalanya gigi seseorang tidak tumbuh. Gigi geligi yang biasa tidak tumbuh pada rahang atas adalah gigi Insisivus (seri) pertama dan kedua, premolar (geraham kecil) kedua dan molar (geraham besar) ketiga. Sedangkan di rahang bawah gigi premolar kedua dan molar ketiga. Apabila seseorang mengalami kelainan ini, maka pada lengkung gigi dan rongga mulutnya terdapat ruangan kosong sehingga tampak celah antara gigi (diastema).

3. Gigi yang berlebih (supenumerary teeth). Kelainan ini merupakan kebalikan dari gigi yang tidak tumbuh. Gigi berlebih ditunjukan dengan pertumbuhan gigi lebih banyak jumlahnya dibandingkan jumlah normalnya. Apabila gigi berlebih tersebut timbul dalam lengkung gigi, akan menyebabkan gigi berjejal (crowding).

4. Tanggalnya gigi tetap. Gigi tetap terpaksa dicabut bila berlubang besar dan tidak mungkin lagi dilakukan penambalan, sehingga terdapat ruang kosong pada lengkung gigi dan gigi tampak renggang (diastema).

5. Gigi susu tidak tanggal walaupun gigi tetap penggantinya telah tumbuh (persistens). Kelainan gigi ini merupakan kebalikan dari kelainan premature loss. Dimana gigi tetap muncul diluar lengkung rahang dan tampak berjejal.

6. Bentuk gigi tetap tidak normal. Karena beberapa hal, seseorang bisa memiliki satu atau lebih gigi dengan bentuk tidak normal. Misalnya gigi seri kedua rahang atas yang bentuknya konus/pasak, sehingga lebih kecil dibandingkan yang lainnya. Akibatnya terdapat ruang kosong antara gigi dan gigi tampak renggang.

7. Kebiasaan-kebiasaan buruk. Anak-anak yang sering melakukan kebiasaan buruk berulang-ulang dapat berakibat kelainan pada gigi dan jaringan pendukungnya. Beberapa kebiasaan buruk itu adalah :

- Bernapas lewat mulut. Jika anak mengalami gangguan pada rongga hidung, maka dia akan bernapas melalui mulut. Bila hal ini dilakukan terus-menerus dapat mengakibatkan kelainan berupa gigi depan rahang atas bisa meronggos (protusif) dan gigitan depan menjadi terbuka (open bite).

- Mengisap jari. Kebiasaan mengisap jari pada anak-anak timbul pada usia 1-2 tahun. Jika dibiarkan terus menerus sampai usia 5 tahun atau lebih dapat berakibat kelainan pada posisi gigi. Jari akan menekan gigi rahang atas ke depan dan gigi rahang bawah ke dalam, sehingga gigi tampak meronggos.

- Proses penelanan yang salah. Proses penelanan yang benar adalah posisi lidah berada pada langit-langit mulut dan mendorong makanan ke belakang. Sedang apabila proses penelanan salah, maka posisi lidah didorong maju dan berada diantara gigi depan rahang atas dan bawah. Apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut bisa mengakibatkan kelainan.

B. Penyebab tidak langsung

Segala hal yang menyebabkan terjadinya gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh, secara tidak langsung juga berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan rahang dan gigi geligi, seperti :

a. Faktor keturunan (genetika). Seorang anak yang mengalami kelainan posisi gigi bisa diturunkan dari kedua orang tuanya. Contohnya orang tua dengan kelainan skelatal (tulang rahang) kelas III Angle (cakil) kemungkinan akan mempunyai anak dengan kondisi gigi yang serupa. Faktor keturunan itu tidak bisa dicegah karena setiap orang tua pasti akan mewariskan gen-gen (sifat menurun) kepada anak-anaknya.

b. Faktor gangguan pada janin (kongenital). Berbagai gangguan dari luar yang dapat mempengaruhi keadaan janin pada saat berada di dalam kandungan, misalnya ; mengkonsumsi obat-obatan pada saat hamil, menderita trauma /penyakit tertentu dan kurang gizi. Faktor kongenital ini harus menjadi perhatian bagi para calon orang tua. Terutama bagi ibu hamil agar hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan pada usia 8 - 14 minggu masa kehamilan. Sebab menurut para ahli saat usia inilah terjadinya pembentukan rahang atas dan bawah.

c. Gangguan keseimbangan kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin berfungsi menghasilkan hormon dalam tubuh untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Termasuk ini adalah kelenjar pituitary, thyroid dan parathyroid. Apabila ada kelainan pada kelenjar-kelenjar tersebut, maka dapat terjadi gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh termasuk rahang dan gigi.

Contohnya, bila hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary berlebih mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh melebihi normalnya atau gigantisme, dan gigi geligi menjadi renggang (diastema). Begitupula sebaliknya bila hormon yang dihasilkan kelenjar pituitary berkurang, maka pertumbuhan akan terhambat. Penderita menjadi kerdil dan creatism serta gigi geligi menjadi berjejal (crowding).

Setelah mengetahui penyebab gigi tidak teratur, maka perlu langkah-langkah untuk mencegahnya. Ketidakteraturan gigi dapat dicegah pada saat usia anak prasekolah dan sekolah dasar (3-11 tahun). Ada tiga langkah yang perlu dilakukan dalam mencegah gigi tidak teratur yaitu :

Pendekatan psykologis. Secara psykologis anak-anak belum peduli dengan keberhasilan dan kesehatan giginya. Oleh karena itu peran orang tualah untuk mengajarkan pada anak tentang perlunya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Misalnya, memberi contoh dan membiasakan menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur pada si anak.

Perawatan gigi anak. Setelah si anak secara psykologis sudah dapat menerima perawatan, maka butuh konsultasi ke dokter gigi untuk diambil tindakan bila dipandang perlu. Seperti mencabut gigi susu yang belum tanggal sedangkan gigi tetapnya sudah tumbuh. Penambalan gigi susu yang berlubang agar tidak tanggal sebelum waktunya. Pembuatan alat (space maintainer) untuk mempertahankan posisi ruangan gigi yang telah tanggal sebelum waktunya.

Mencegah dan menghilangkan kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh anak-anak, seperti mengisap jari, bernapas melalui mulut dan proses penelanan yang salah.

Oleh karena itu orang tualah harus mengetahui kebiasaan buruk si anak dan mencegahnya sejak dini. Bila anak sudah melakukan kebiasaan buruk, maka orang tua segera berkonsultasi ke dokter gigi untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut sebelum terjadi kelainan gigi.(drg. Faizal Rachman/ RS Roemani Muhammadiyah Semarang-35)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com

Human Growth Hormone

Human Growth Hormone (Hormon Pertumbuhan Manusia): Hormon Protein yang dihasilkan oleh : KELENJAR PITUITARY.

Hormon Pertumbuhan Manusia akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Pada umur 60 tahun volume Hormon Pertumbuhan hanya tinggal sebesar 25% jika dibandingkan dengan usia 21 tahun. Faktor-faktor yang membuat proses penuaan manusia jauh lebih cepat dari yang seharusnya adalah factor pola hidup yang tidak sehat.

Ramuan alami yang berfungsi untuk merangsang Kelenjar Pituitary agar terus memproduksi Hormon Pertumbuhan, sehingga terjadi perbaikan system metabolisme tubuh, regenerasi sel, maka akan terjadi Pembalikan Usia Biologis serta juga meningkatkan aktivitas seksual serta stamina, dan juga meningkatkan kekebalan tubuh. KANDUNGAN MELIA BIYANG

  1. Kolustrum (susu awal)
  2. Vitamin B Kompleks
  3. Asam Amino
  4. Calsium

 

Rahasia Awet Muda dengan Melia Biyang

Sekarang ini kita sering menemui gejala Penuan Dini di sekitar kita, padahal usia belum Tua.

Banyak teman atau saudara kita masih dibawah 50 bahkan 40 tahun, tapi sudah terjadi penuaan dini (premature aging) pada dirinya. Secara alami memang kita semua akan menjadi tua, tetapi tua sebelum waktunya tentu kita tidak inginkan. Karena akan berdampak tidak baik pada kesehatan, penampilan, dan performa kita dalam bekerja…dan tentunya terhadap orang-orang yang kita cintai…

Ini beberapa contoh gejala Penuaan Dini :

  • Rambut Memutih (uban)
  • Daya ingat menurun
  • Stamina menurun, mudah lelah
  • Kemampuan seksual menurun, tidak bergairah
  • Mudah sakit, jika sakit proses penyembuhan lebih lama
  • Ada masalah dengan tulang dan sendi

Mengapa kita menjadi Tua?

Yang menyebabkan terjadinya penuaan adalah menurunnya Hormon Pertumbuhan Manusia (Human Growth Hormone – HGH) yang dihasilkan oleh kelenjar Pituitary.

Hormon Pertumbuhan Manusia akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Pada umur 60 tahun volume Hormon Pertumbuhan hanya tinggal sebesar 25% jika dibandingkan dengan usia 21 tahun.

Sedangkan HGH ini bisa dianalogikan sebagai Komandannya Hormon dalam tubuh manusia. HGH ini menjaga kelangsungan fungsi-fungsi organ vital dalam tubuh bekerja dengan baik (otak, jantung, hati, pankreas, limpa, ginjal).

Maka ketika HGH ini berkurang, dan fungsi organ-organ vital dalam tubuh kinerjanya menurun, maka terjadilah proses penuaan.

Jika pola hidup manusia yang kurang sehat (polusi, radiasi, asupan gizi makanan tak seimbang, stress, dsb)…maka proses penuaan terjadi lebih cepat dari yang seharusnya. Ini dikenal dengan Penuaan Dini (Premature Aging).

Tapi jangan kuatir…

Kini ada ramuan alami yang berfungsi untuk merangsang Kelenjar Pituitary agar terus memproduksi Hormon Pertumbuhan (Human Growth Hormon – HGH), sehingga dapat menunda proses penuaan (Antiaging), terjadi perbaikan system metabolisme tubuh, regenerasi sel, maka akan terjadi Pembalikan Usia Biologis serta juga meningkatkan aktivitas seksual serta stamina, meningkatkan kekuatan tulang, dan juga meningkatkan kekebalan tubuh.

Formula alami tersebut adalah

Melia BIYANG Spray


Kandungan Melia Biyang Spray :

  • Kolustrum (susu awal)
  • Vitamin B Kompleks
  • Asam Amino
  • Kalsium

Dr. DANIEL RUDMAN :
Penggunaan HGH (Human Growth Hormon) selama 6 bulan secara teratur, akan mampu memperlambat perubahan penuaan
kurang lebih 20 tahun.

Manfaat Melia Biyang Spray :

  • Merangsang fungsi organ vital tubuh : otak, jantung, hati, limpa, ginjal, pankreas
  • Menigkatkan daya ingat
  • Menambah stamina fisik & mental
  • Meningkatkan kemampuan Seks
  • Meningkatkan imunitas (kekebalan) tubuh
  • Mempercepat proses penyembuhan
  • Meningkatkan kekuatan tulang
  • Membantu kembalikan warna rambut dan pertumbuhannya

Cara Konsumsi Melia Biyang Spray :

  • Mulut dibuka
  • Ujung lidah ditempelkan di langit-langit rongga mulut
  • Semprotkan Melia Biyang Spray ke bawah lidah
  • Mulut ditutup kembali sambil pertahankan posisi ujung lidah tetap di langit-langit rongga mulut
  • Tahan sekitar 1 menit, sampai terasa air liur mulai bercampur dengan semprotan Melia Biyang tadi
  • Telan cairan yag terkumpul di mulut tersebut

Digunakan pagi hari sebelum makan dan malam hari sebelum tidur.

  • Usia 40 tahun kebawah : 3 kali semprot
  • Usia 40 – 60 tahun : 4 kali semprot
  • Usia 60 tahun ke atas : 5 kali semprot